Just another WordPress.com site

makalah menulis


JENIS-JENIS KARANGAN

1. Karangan Narasi

1.1 Pengertian Narasi

Narasi merupakan suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi. Jadi narasi berusaha menjawab pertanyaan, “Apa yang telah terjadi?” (Keraf, 2000:136). Karangan kisahan (narasi) memaparkan terjadinya suatu peristiwa, baik peristiwa kenyataan, maupun peristiwa rekaan. Berkenaan dengan peristiwa itu dipaparkan siapa yang menjadi pelaku, bagaimana perilakunya, dimana tempat terjadinya, siapa juru ceritanya (Rusyana, 1982:2). Narasi adalah suatu karangan yang biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragraf narasi hanya kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat (Zaenal Arifin dan Amran Tasai, 2002:130). Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi, 2003:29).

Dari pendapat-pendapat tersebut Aceng Hasani dalam buku diktat keterampilan bahasa (2004) mengambil poin-poin penting yang berkaitan dengan narasi. Poin-poin penting tersebut meliputi (1). Bentuk cerita, (2). Menonjolkan pelaku, (3). Kronologis waktu, (4). Disusun secara sistematis. Dari poin-poin penting tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa narasi  merupakan gambaran peristiwa yang sejelas-jelasnya dapat dipahami oleh pembaca melalui kronologis waktu dan penyusunan tulisan secara kronologis yang selalu dimulai dengan permasalahan.

Analisis kelompok;

1. Radani Apriana: dari definisi-definisi diatas terdapat perbedaan pendapat, Keraf mengartikaan Kisangani narasi pada kejelasan kejadian. Sedangkan menurut Rusyana mengartikan narasi pada hal-hal yang terlibat dalam kaitannya dengan karangan, pada definisi Zaenal Arifin dan Amran Tasai menjelaskan narasi pada penempatan narasi yang biasanya diterapkan pada novel dan hikayat, sedangkan menurut Semi menyatakan bahwa narasi dilihat dari pengalaman. Dari definisi-definisi di atas  terdapat perbedaan-perbedaan pendapat tetapi pendapat itu saling melengkapi pendapat yang lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa narasi merupakan peristiwa yang digambarkan penulis dengan sejelas-jelasnya sehingga dapat dipahami oleh pembaca dengan menghubungkan setiap kejadian dari pengalaman manusia.

1.2 Ciri-ciri Karangan Narasi

Ciri-ciri narasi diungkapkan oleh Atar Semi (2003:31) sebagai berikut;

  1. Cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis;
  2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan dapt berupa peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi, atu gabungan keduanya;
  3. Berdasarkan konfliks, karena tanpa konflik biasanya narsi tidak menarik;
  4. Memiliki nilai estetika, karena isi dan cara penyampaiannya bersifat sastra, khususnya narasi yang berbentuk fiksi;
  5. Menekankan susunan kronologis (catatan; deskripsi menekankan susunan ruang);
  6. Memiliki dialog.

1.3 Jenis-Jenis Karangan Narasi

Jenis karangan narasi terbagi menjadi dua, yaitu;

a. Narasi Ekspositorik (narasi teknis)

adalah narasi yang memiliki sasaran menyampaikan informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang lain tentang kisah seseorang.

b. Narasi Sugestif

adalah narasi yang berusaha untuk memberi suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu.

2 Karangan Eksposisi

2.1 Pengertian Karangan Eksposisi

Rusyana (1984: 29) berpendapt bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang membahas atau menerangkan sesuatu. Keraf (1984:3) juga mengemukakan pendapat yang hampir sama bahwa eksposisi adalah salah satu bentuk tulisan yang berusaha untuk menerangkan dan mengaitkan satu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut. Sedangkan Tarigan (1987:62) bahwa eksposisi yaitu tulisan yang berusaha menerangkan, menjelaskan, dan menguraikan masalah, persoalan, atau ide, yang dapat memperluas pandangan pembaca. Eksposisi lebih menonjolkan tujuan memperlus pandangan dan pengetahuan pembaca. Eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. Melalui eksposisi pembaca tidak menerima apa yang dikemukakan oleh penulis.

Analisis kelompok;

1. Radani Apriana: dari definisi-definisi diatas terdapat perbedaan pendapat. Pendapat Rusyana bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang menerangkan sesuatu , sedangkan menurut keraf bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang memberikan pengetahuan. Sedangkan Tarigan mendefisikan karangan eksposisi merupakan karangan yang berusaha memberikan pengetahuan melalui pemecahan masalah yang ditawarkan dalam karangan itu sehingga pembaca dapat bertambah pengetahuannya.

Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa karangan eksposisi merupakan karangan yang mencoba menjelaskan menerangkan sejelas-jelasnya agar pembaca dapat menerina pengetahuan yang dituangkan dalam karangan tersebut.

2.2 Ciri-ciri Karangan Eksposisi

Karangan eksposisi bersifat informative, pengarang hanya berusaha menjelaskan suatu pokok persoalan kepada pembaca. Menurut Keraf (1984:4) ciri-ciri karangan eksposisi sebagai berikut;

1)      Tujuan maupun gaya penulisannya bersifat informative;

2)      Keputusannya bersifat objektif;

3)      Bahasa dalam pembahasannya bersifat logis.

Menurut Atar Semi (2003:37) cirri penanda karya eksposisi adalah sebagai berikut;

1)      Berupa tulisan yang memberikan pengertian dan pengetahuan.

2)      Menjawab pertanyaan apa, mengapa, kapan, dan bagaimana.

3)      Disampaikan dengan bahasa baku dan lugas.

4)      Menggunakan nada netral, tidak memihak, dan tidak memaksakan sikap penulis terhadap pembaca.

2.3 Jenis-Jenis Karangan Eksposisi

Berdasarkan cara atau metode penguraiannya atau pembahasan dalam karangan eksposisi menurut Keraf (1984:24) dapat dibeda-bedakan atas;

1)      Eksposisi identifikasi

2)      Eksposisi perbandingan

3)      Eksposisi proses

4)      Eksposisi ilustrasi

5)      Eksposisi analisis

6)      Eksposisi klasifikasi

7)      Eksposisi definisi.

3. Karangan Deskripsi

3.1 Pengertian deskripsi

Suhendar(1982) berpendapat, bahwa deskripsi berasal dari bahasa latin descrpcere yang berarti menulis tentang atau membeberkan sesuatu. Selain itu, deskripsi dapat diterjemahkan menjadi pemerian yang berarti melukiskan tentang sesuatu. Deskripsi adalah tulisan yang bertujuan memberikan perincian detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada sentivisitas dan imajinasi pembaca atau pendengar, bagaikan mereka melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami objek tersebut (Atar Semi. 2003:41).

Analisis kelompok:

1. Radani Apriana: dari definisi-definisi diatas terdapat perbedaan antara pendapat Suhendar dengan Semi. Pendapat Suhendar mendefinisikan deskripsi pada kejelasan pembaca melalui melukiskan sesuatu agar pembaca paham, sedangkan Semi mendefinisikan deskripsi merupakan penjelasan secara rinci agar pembaca dapat memahami cerita yang sedang dibacanya.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa deskripsi menekankan pada perincian suatu objek secara detail agar pembaca seolah-olah dapat merasakan sesuatu yang jelaskan tersebut dengan melukiskan hal-hal yang terkait dengan penceritaan tersebut.

3.2 Ciri-ciri Karangan Deskripsi

Ciri-ciri penanda deskripsi adalah sebagai berikut;

a.       Deskripsi lebih berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang objek.

b.      Deskripsi lebih bersifat memberi pengaruh sensitivitas dan membentuk imajinatif pembaca.

c.       Deskripsi disampaikan dengan gaya yang memikat dn dengan pilihn kata yng menggugah.

d.      Deskripsi lebih banyak memaparkan tentang sesuatu yang dapt didengar, dilihat, dan dirasakan, sehingga objeknya pada umumnya berupa benda; alam, warna, manusia.

e.       Organisasi penyampaiannya lebih banyak menggunakan susunan ruang.

3.3 Jenis-Jenis Karangan Deskripsi

a. Deskripsi Ekspositorik (deskripsi teknis)

deskripsi ekspositorik bertujuan menjelaskan sesuatu dengan perincian yang jelas sebagaimana adanya tanpa menekankan unsure impresi atau sugesti kepada pembaca.

b. Deskripsi Artistik

Deskripsi artistik adalah deskripsi yang mengarah kepada pemberian pengalaman kepada pembaca bagaikan berkenalan langsung dengan objek yang disampaikannya dengan cara menciptakan sugesti dan impresi melalui keterampilan penyampaian dengan menggunakan gaya yang memikat dan pilihan kata yang menggugah perasan.

4 Karangan Argumentasi

4.1 Pengertian Argumentasi

Menurut Keraf (1994:4) mengemukakan bahwa karangan argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh penulis pembicara. Menurut Hasani (2004) bahwa karangan argumentasi adalah suatu jenis karangan yang berusaha mempengaruhi orang lain dengan cara menyajikan bukti-bukti sebagai penguat argumentasi yang dinyatakan secara logis dan factual dengan tujuan  pembaca atau pendengar tertarik dengan yang dikemukakan oleh penulis.

Analisis kelompok:

1. Radani Apriana: dari definisi diatas terdapat sedikit perbedaan dalam mendefinisikan argumentasi. Menurut Keraf menekankan argumentasi pada bentuk retorika yang berusaha mempengaruhi pendapat oranglain, sedangkan menurut Aceng Hasani bahwa argumentasi merupakan karangan yang membeberkan bukti-bukti sebagai penguat argumentasi agar pembaca tertarik atau terpengaruh.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa karangan merupakan rujukan pada pembaca agar percaya dengan apa yang penulis paparkan dengan mengajukan bukti-bukti yang mendukung kebenaran tulisan tersebut.

4.2 Ciri-ciri Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi dapat dimsukan kedalam eksposisi, berdasarkan pemaparannya, jenis karangan ini pada prinsipnya disebut persuasi (Ardian, 2002:11). Bersadarkan pendapat ini dapat dikemukakan ciri-ciri karangan argumentasi sebagai berikut:

a)      Merupakan karangan ilmiah;

b)      Menggunakan bahasa yang rasional dan objektif;

c)      Menggunakan argument-argumen yang kuat;

d)      Menggunakan pemikiran-pemikiran yang logis dan rasional;

e)      Mengajukan bukti-bukti atau fakta-fakta yang actual.

Daftar Pustaka

  1. Semi, Atar. 2003. menulis efektif. Padang: Angkasa Raya
  2. Hasani, Aceng. 2004. Diktat Menulis Kreatif. serang
About these ads

One response

  1. hahaaa..

    December 24, 2011 at 8:42 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.