Just another WordPress.com site

puisi-puisi


1. DERMAGA DI SENJA ITU

 

Aku lihat senja memerah malu

Bersembuyi dalam biru

Deburan ombak bukan tunjukkan tujuan

Hanya semilir angin menghantam layer

Sudah jauh aku lewatkan waktu

Dan tak ada yang menantiku

 

2. SENYUM PALSU

 

Bangunkanlah aku dalam dunia sadar

Jangan hanya hampa yang selalu menyelimuti fikirku

Aku tak mau senyumku ini tak pernah tulus dalam hati

Hanya karena bidadari tak meyapaku dalam senyum

 

3. MALAM SETETES MIMPI

Kini telah tiba gelap yang aku takutkan

Saat dingin menyerbu sekujur tubuh

Bulan dan bintang selalu berdongeng indah dar sendirian ini

Tapi aku ingin malam ini ku temukan satu mimpi

Yang akan bangunkan aku pada suatu pagi

 

4. KOTA TAK INJAK BAHAGIA

 

Sebut saja kota aku biru

Dipenuhi air-air lautan

Biar saja rengekan temanku

Tenggelam bersama riuh jalanan

Mungkin saja kotaku gelap

Penuh ketakutan malam

Jangan kau buat api-api palsu

Cahayanya hanya akan membakar kami

 

5. CHIBELS

 

Kota kecil galian pasir

Menyebar luas membuahkan danau

Menggambarkan serakahnya manusia

Setiap nyawa yang hilang tak sadarkan mereka

 

6. IBU

 

Ibu gigihnya dirimu

Memberikan peta hidupku

Jemarimu tulus disetiap sentuhan

Nada-nada pengingat arah

Ibu…

Diatas kebahagiaan dan derita kurindukanmu..

 

7. DERMAGA PENGHARAPAN

Fitri…..

Dermaga pengharapan

Butakan aku diatas balok-balok yang sunyi

Hanya mimpi dan angan yang selalu membuahi rindu

Kini tulang ku berontak

Hatiku terkapar

Nyanyianpun mulai tersayup rindu

Waktu yang berjalan menjelmakan kegundahan yag tak pernah henti

Oh tuhan bukakanlah dermaga itu untukku….

8. BUAIAN MIMPI

Harus,haruskah kuberpijar diatas kebohongan

Kau agungkan kami

Tapi kau enyahkan kami

Mantramu begitu merdu hingga membuaikan mimpi

Dan kini empedu menusuk laparku ini

 

9. BELANTARA SUNYI

Aku pengembara tertepi gelap

Diantara lorong-lorong hinanya belas kasihan

Tertindih aku diantara bukit-bukit terjal

Menghabiskan lapar dalam nanar

Dibawah tindih kematian

Kini aku tertawa melepas hidup

10. Kenangan

Wanita bertas catur

Hatiku hilang terbawa arus

Langkahmu heningkan hatiku

Jejak yang hilang tepikan duka

Derail-derai air mata kini hilang termakan kain

Jalanan waktu yang selalu langkahi detik fakir ku ternggut sunyi

Kini mataku gelap melihat semua

Terangku telah hilang bersama rona pelangi yang telah pergi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s