Just another WordPress.com site

masalah menulis


1. Penguasaan Teori Menulis Akan Membuat Siswa Mampu Menulis
Banyak puhak yang beranggapan demikian, terutama mereka yang memangtidak memiliki karya tulis. Dalam sejarah, Al-quran sebagian teks jauh lebih dahulu diwahyukan kepada nabi Muhammad saw. Lalu baru belakangan muncul cabang-cabang ilmu nahwu, sharaf, balagh, arud dan sebagainya. Dengan kata lain, tulisan lahir sebelum teori-teori menulis. Bagi pengajar penulis yang tidak memiliki karya tulis tidak dapat berbagi pengalaman afektif dan motorik dari kegiatan menulis, shingga mereka mengandalkan pemahaman kognitif ihwal menulis, karena inilah yang mudah dikuasai di kuasai dan ditransfer dengan cepat. Disinilah pengajaran teori-teori formal ihwal menulis digugat relevansinya bagi produktivitas tulis-menulis. Banyak mahasiswa yang memiliki potensi untuk menulis, namun tidak diberdayakan guru atau dosennya.
2. tidak mungkin megajar menulis pada kelas-kelas besar
Ini dikeluhkan para guru bahasa Indonesia dan dosen mata kuliah menulis,khususnya merekayang menganggap dirinya sosok yang serba taudan bisa sehingga setiap individu harus belajar menulis langsung kepadanya. Guru menulis yang cerdik akan memberdayakan segala potensi secara cermat.
3. menulis dapat diajarkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s